Kita perlu mengingat sejarah kembali saat terjadinya Agresi Militer II Belanda, sebagian besar pejuang saat itu merupakan prajurit Infanteri. Para prajurit Infanteri melaksanakan perintah siasat nomor 1 tahun 1948 diantaranya : Tidak melaksanakan Linier, memperlambat setiap gerak maju musuh, membuat kantong-kantong (wehkreise) di tiap perlawanan daerah dan menugaskan pasukan yang hijrah untuk melakukan penyusupan (wingate). Selain itu, menggunakan Strategi Perongrongan agar melemahkan kekuatan pos-pos Belanda.
Lebih lanjut dikatakannya Hari Juang Infanteri merupakan momentum untuk mengenang masa keemasan dan kejayaan korps Infanteri. “Perlu diketahui bahwa keberhasilan prajurit Infanteri mengusir penjajah tidak terlepas dari bantuan dan kekuatan rakyat, oleh karena itu prajurit Infanteri sebagai prajurit yang berasal dari rakyat harus senantiasa berjuang untuk kepentingan rakyat dan selalu bersama rakyat. Belajar dari pengalaman sejarah dan dalam menghadapi tantangan globalisasi yang bercirikan teknologi, maka korps Infanteri yang merupakan korps terbesar dalam organisasi TNI Angkatan Darat, harus mampu memanfaatkan teknologi dan berkolaborasi dengan korps lain dalam rangka menyelesaikan tugas pokoknya”.Ujarnya.
“Saya perintahkan kepada seluruh prajurit Infanteri agar mengambil lesson learned dari peringatan Hari Juang Infanteri ini berupa sikap pantang menyerah, rela berkorban, militan, jiwa korsa, kerja keras, berbuat terbaik dan yang terpenting adalah manunggal dengan rakyat. Kita wajib menjadikan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pendorong pengabdian kita dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, khususnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI”,Tegasnya.
Usai rangkaian kegiatan upacara HUT Ke-76 Infanteri di lanjutkan pemberian hadia kepada peleton beranting oleh Kasdam IX/Udayana, Danrem 161/Wira Sakti, Forkopimda Kabupaten Belu.
Turut hadir pada upacara HUT Ke-76 Infanteri yaitu, Danrem 161/Wira sakti, Wakil Ketua Persit Daerah IX/Udayana, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana serta Pengurus Cabang dan Ranting jajaran Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Danbrigif 21/Komodo seluruh Dandim Jajaran Korem 161/Wira Sakti, Kabalak Aju Kodam IX/Udayana dan seluru perwira bintara dan Tamtama jajaran Brigif dan Korem
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











