Menurutnya, pengembangan komoditas kopi di Sumba Tengah memiliki potensi besar jika dikelola secara berkelanjutan, mengingat kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penyaluran bibit saja, tetapi juga diikuti dengan pendampingan teknis, pelatihan petani, serta dukungan pemasaran agar hasilnya benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program pengiriman anakan kopi ini dinilai menjadi contoh konkret sinergi antara kebijakan politik dan kebutuhan riil masyarakat di daerah, khususnya dalam membangun ekonomi NTT berbasis potensi lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











