ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Wao !  Perayaan HUT RMS ke-75 Diwarnai Pengibaran Bendera di Maluku, Maluku Utara, dan Belanda

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Acara dengan temah “Ale deng Beta Menentukan Masa Depan Maluku” ini diisi dengan upacara bendera, pembacaan teks proklamasi, pidato kenegaraan. Kemeriahan perayaan HUT RMS ke 75 ini diwarnai pertunjukan budaya dari Kelompok Tari Djudjaro Maluku dan musik Tifa.

“Kami mau sadarkan apa inti dan maksud dari acara hari ini, sama-sama katong saling bahu membahu menurut tema yang sudah ditentukan. Pemerintah, organisasi politik, dan masyarakat sama-sama punya tanggung jawab untuk Maluku ,” kata Crams Nikijuluw, koordinator pelaksana acara HUT RMS ke-75, dalam siaran langsung eRMSTV2504 seperti dilansir titastory.id.

“Dengan tema ini, bangsa Maluku di Belanda dan di tanah air dipanggil untuk ambil tanggung jawab dan berdiri untuk kebebasan. Ini panggilan untuk tidak hanya duduk diam dan menunggu, tetapi berani mengambil inisiatif,” kata John Wattilete dalam pidato kenegaraannya atas nama Pemerintah RMS.

Baca Juga :  Willy Lay, Bupati Belu : Politik Telah Selesai, Saatnya Kita Kerja

Warga keturunan Maluku di Belanda menurut John Wattilete sebagai  Kepala Negara Republik Maluku Selatan di Pengasingan  ini tetap berjuang dengan tekad “bahwa ” Proklamasi 25 April 1950 ” adalah fakta sejarah, bukan sekadar mimpi.

“RMS lahir bukan karena bendera, lagu kebangsaan, atau undang-undang, tetapi karena proklamasi yang terjadi pada 25 April 1950. Selama kita masih berdiri dan tidak menyerah pada kolonialisme Indonesia, RMS akan tetap hidup,” tegas Wattilete ,”  tegas John Wattilete.

  • Bagikan