Variabel kedikenalan (popularitas) tidak selalu berbanding lurus dengan kedisukaan. Untuk memenangkan kontestasi politik, setiap figur calon setidaknya melalui tiga tahapan yaitu kedikenalan (popularitas), kedisukaan dan keterpilihan (elektabilitas).
Pengamat Politik dari FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang, Yohanes Jimmy Nami, menyebut tingginya kedisukaan calon pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu karena pasangan ini sudah dinyatakan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT jauh sebelum sebelum proses pilkada di KPU.
“Jadi kalau misalnya ditanyakan kepada masyarakat NTT, tentu tidak ada alternatif lain selain menyebut mereka berdua. Jadi ada platform perspektif yang menjadi simbol dari pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu,” ujar Jimmi Nami
Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Rudi Rohi, juga menyebut, tingginya kedisukaan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu yang tinggi karena adanya faktor pemilih Paket SIAGA yang berada paling banyak di desa-desa dan hal tersebut merupakan strategi yang berjalan dengan baik.
“Hasil survei menunjukkan, khusus SPK dan Adrianus Garu pemilihnya paling banyak di daerah pedesaan, sementara Ansy-Jane dan Melki Johni paling banyak di perkotaan. Memang strateginya SPK-Adrianus Garu seperti itu dan itu kita bisa lihat bukti berjalan,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











