ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Relawan Matahari NTT Dukung SIAGA di Pilgub

Avatar photo
Reporter : AVRANDOEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Bung Karno dulu dibuang ke Maluku dan dia menulis Panji Islam. Islam berkemajuan itu merupakan istilah saat Bung Karno menulis risalah itu. Yang dia merupakan menantu dari ulama Hassan Din (tokoh Muhammadiyah) yang merupakan ayah dari Ibu Fatmawati, dan setelah itu bung Karno dibuang ke Ende, dan melahirkan Pancasila sebagai Kalimatun Sawa “titik temu” semua elemen masyarakat dan bangsa, terkhusus NTT yang hari ini masih menjalankan nilai-nilai Pancasila tersebut,” imbuh Burhan.

Baca Juga :  Ribuan Anggota PEKKA NTT Solid Dukung Paket SIAGA karena Gagasannya Bagus

Ketua Relawan Matahari NTT menyampaikan, pihaknya dengan tegas menolak dan menghindari politisasi agama. Sebab, hal itu dapat merusak kebhinekaan bangsa.

“Kami melihat secara nyata, banyak program dan kinerja Pak Simon Petrus Kamlasi yang berpihak kepada kepentingan ummat, masyarakat di NTT. Program pengadaan air bersih, Industri olahan di NTT, tanaman hortikultura dan masih banyak program lainnya.

Baca Juga :  Bahagia Warga Korban Erupsi Gunung Lewotobi saat SPK Berkunjung di Kamp Pengungsian

Untuk itu, aktivis muda Muhammadiyah yang kini bersatu dan menamakan diri Relawan Matahari NTT, merasa memiliki tanggung jawab sejarah.

“Bagaimana tidak? pendahulu kami adalah para pendiri yang ikut melahirkan republik ini. Republik yang disepakati dalam kerangka Pancasila, sebagai anti-tesis dari pemikiran keislaman yang progresif berkemajuan dengan wawasan kebangsaan yang diimpikan.

Baca Juga :  Paket SIAGA Akan Kembangkan Pertanian Berbasis Teknologi di Provinsi NTT

Relawan Matahari NTT sendiri terdiri dari ratusan aktivis Muhammadiyah yang pernah berkecimpung di berbagai organisasi Otonom bentukan Kyai Haji Ahmad Dahlan. Seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiah (NA). Tutup Burhan.

  • Bagikan