Hal senada dikemukakan Alan Modjo, koordinator Relawan SIAGA wilayah Oesapa Selatan mengatakan, sebagai orang Sabu yang lahir dan besar di Pulau Timor maka nuraninya memberontak untuk saatnya membalas budi baik tanah Timor dengan mendukung putra terbaik asal Timor Tengah Selatan yang sedang bertarung di Pilgub NTT.
“Jujur bahwa secara hati nurani, ini soal membalas budi. Saya lahir dan besar di Pulau Timor dan sudah saatnya membalas budi bagi Pulau Timor yang telah memberikan putra terbaiknya untuk bertarung menjadi Gubernur NTT. Tak hanya itu, dia telah mengorbankan kariernya demi rakyat NTT. Ini kali pertama anak Timor minta dukungan dan sebagai orang Sabu yang hidup di tanah Timor saya siap tanam kaki untuk memenangkan SPK,” tegas Alan Modjo.
Sementara itu, Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi pada kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Kota Kupang yang dengan kemauan sendiri tanpa iming-iming membentuk kelompok untuk mendukung Paket SIAGA. Semangat yang sama juga terjadi di semua wilayah yang ada di NTT. Sebagai calon Gubernur dirinya memiliki tanggungjawab dalam mewujudkan harapan masyarakat.
“Terimakasih untuk setiap dukungan tulus dari semua basodara untuk saya dan Pak Andre Garu. Kami tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan bapak ibu semua. Kedaulatan tertinggi itu ada di tangan bapak mama sebagai rakyat. Saya ajak mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan NTT yang maju dan mandiri bersama Paket SIAGA,” kata Simon Petrus Kamlasi.
Jenderal bintang satu itu mengatakan, ada dua hal yang urgen di Kota Kupang yang harus diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Masalah tersebut yakni air dan sampah. Jika persoalan air bisa teratasi dan masalah sampah bisa dikelola dengan baik maka Kota Kupang akan menjadi Kota yang indah dan menjadi mercusuar bagi NTT.
“Khusus di Kota Kupang, kita akan segera atasi persoalan air dan sampah. Air ini kita punya teknologinya dan jika itu diterapkan maka kota yang dikenal kering ini akan hijau dan subur. Demikian juga dengan sampah, kita Kelola dengan teknologi sehingga sampah itu tidak hanya menjadi masalah tapi menjadi berkat karena nanti sampah akan dikelola dan bisa menghasilkan uang,” kata penerima rekor MURI di bidang pompa hidram itu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











