Simon Petrus Kamlasi mengatakan kondisi alam di Sabu Raijua mirip dengan Israel yang memiliki panas matahari yang sangat bagus dan struktur tanah yang baik untuk pertanian. Untuk itu dia memiliki impian agar Sabu Raijua bisa dibangun seperti Israel yang memiliki hasil pertanian yang luar biasa.
“Panas matahari yang luar biasa di Sabu Raijua ini adalah anugerah yang harus disyukuri. Kita jadikan Sabu sebagai Israel di NTT dengan berbagai teknologi pertanian yang modern. Panas di Sabu itu adalah anugerah untuk pembuatan garam dengan kualitas super,” ujar Simon.
Simon Petrus Kamlasi mengatakan, untuk menggerakkan sektor pertanian secara masif maka semua kalangan harus berpartisipasi aktif termasuk kaum muda dan milenial. Petani saat ini kata SPK, bukan lagi pekerjaan kelas bawah karena dengan teknologi yang moderen saat ini, orang bisa hidup dengan sejahtera lewat hasil pertanian.
“Kedepan kita akan bina petani muda atau petani melenial. Kita latih dan beri modal lalu kita siapkan pasarnya. Saya pernah bikin petani muda keren di pulau Bali bersama KASAD. Ada ribuan anak muda yang bertani dan mengusai pasar moderen yang mana hasil pertanian mereka dijual secara online. Saya baru dua kali datang Sabu tapi pulau ini akan saya jadikan seperti israel. Kita tiru pertanian yang ada di Israel untuk kita terapkan di Sabu Raijua. Kedepan kita akan tidur di kebun dengan para petani-petani muda,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











