ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Dilaporkan ke Bawaslu NTT, Staf Percetakan Mengaku ADD Sering Cetak Baliho Ansy-Jane

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Ali Antonius berharap laporan yang dilayangkan ini agar dapat diproses lanjut oleh Bawaslu NTT, agar pelakunya dapat diberi sanksi sesuai Undang-undang atau ketentuan yang berlaku.

“Laporan ini secara resmi sudah diterima dan akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

ADD Pernah Cetak Baliho Ansy-Jane

Karyawan Silvia Percetakan, Yanti Taopan kepada media menjelaskan, ADD pelaku datang ke Percetakan Sylvia pada tanggal 14 November 2024 lalu dan memesan  baliho berukuran 2×3 meter sebanyak 30 lembar. Menurut dia, Oknum ADD sudah desain semua baliho sehingga tinggal dicetak.

Baca Juga :  Gerakan Bantu Siaga Bermunculan Para Pemuda di Kabupaten Kupang Sumbang Uang

“Saya tanya ada file, dia bilang ia, langsung saya bilang kirim saja,” ujar Yanti.

Setelah pesan, kata Yanti, ADD kembali dan berjanji akan mengambil pesanan pada besoknya tanggal 15 November 2024. Setelah dicetak, ADD sendiri kembali ke Percetakan Sylvia untuk mengambilnya.

“Karena sudah bayar, jadi datang tinggal kasih tunjuk nota pembayaran langsung ambil pesanan,” bebernya.

Baca Juga :  Mantan Ketua DPRD NTT dari Partai Golkar Dampingi Andrianus Garu di Desa Tonggo

Yanti mengaku cukup mengenal pelaku, karena sering pesan baliho. Menurut Yanti, biasanya ADD mencetak baliho untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenur NTT, Ansy Lema-Jane Natalia. Bahkan berulang-ulang kali.

“Tidak kenal, hanya hafal muka dan tanda orangnya karena sering pesan dan cetak baliho Ansy-Jane di sini. Dia cetak itu hari 30 lembar. Tapi herannya itu hari dia datang pesan tiga puluh lembar Baliho itu untuk paket SPK,” kata Yanti.

Baca Juga :  Relawan Flobamoratas Deklarasi Dukung BKH Maju Gubernur NTT

Sementara petugas cetak, Leksi Soinbala mengaku kaget juga saat hendak mencetak baliho pesanan pelaku. Pasalnya, yang bersangkutan mencetak baliho paket SIAGA dengan narasi yang kurang baik.

“Saya waktu itu agak curiga juga, karena kalimat dalam desain itu kurang bagus. Kami kan urus bisnis jadi tidak tau urusan politik, makanya kita cetak saja karena orang pesan dan bayar,” bebernya.

  • Bagikan