ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Debat Publik Kedua, Cagub Ansy Lema Menyangkal Karya Nyata Jokowi di NTT

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com – Calon Gubernur NTT nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menyebut bahwa mantan Presiden Joko Widodo belum membangun sektor ekonomi primer di NTT.  Yohanis Fransiskus Lema menyebut itu dalam debat publik kedua yang berlangsung di Auditorium Undana pada Rabu, 6 November 2024.

Saat itu Ansy Lema menanggapi jawaban dari Calon Gubernur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi atas pertanyaan panelis seputar sektor lokomotif yang ditawarkan untuk meningkatkan kontribusi antar sektor ekonomi dan antar daerah kabupaten/kota di NTT.

Menurut Ansy Lema, lokomotif penggerak ekonomi adalah pariwisata karena menimbulkan multiplayer effect.

Baca Juga :  Ketika Agus Taolin Kembali Untuk Mengabdi

“Kita harus memastikan bahwa pariwisata, contohnya Labuan Bajo, itu menghidupkan sektor nelayan, tani, ternak, UMKM, transportasi dan perhotelan. Terima kasih Presiden Jokowi yang sudah membangun Labuan Bajo secara sangat keren, tetapi yang belum dibangun oleh Presiden Jokowi adalah sektor ekonomi primer. Sentra-sentra produksi, sentra pertanian, sentra peternakan dan sentra perikanan dan kelautan,” ujar Ansy Lema yang berpasangan dengan Jane Natalia Suryanto sebagai Calon Wakil Gubernur NTT itu.

“Kami berimajinasi membangun sentra pangan. Mbeling, Boleng, dan sekitarnya bisa kita kembangkan hortikultura. Bahkan di Flores bagian Timur, di Flores Timur, di Sikka di Wuring, itu harus menjadi sentra perikanan. Kita pastikan itu memberi manfaat bagi nelayan, petani dan ternak,” sambung Ansy Lema.

Baca Juga :  Ketua AMPG NTT Klarifikasi Video Menyesatkan Terkait Insiden di Kantor DPP Golkar

Pernyataan Ansy Lema bahwa Presiden Jokowi belum membangun sektor ekonomi primer, rupanya sangat tidak mendasar. Pasalnya, Presiden Jokowi punya sederet karya agung untuk masyarakat NTT. Termasuk dalam penyediaan infrastruktur untuk pengembangan sektor ekonomi primer seperti pertanian.

Enam dari tujuh bendungan terbesar yang sudah dibangun di NTT adalah salah satu karya agung Presiden Jokowi selama memerintah negeri ini dua periode.

Adapun enam bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR di masa pemerintahan Jokowi yakni Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Sikka, Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Lambo di Nagekeo, Bendungan Temef di TTS, dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Dinilai Tidak Ada Kontribusi Untuk NTT, Ini Jawaban Cerdas BKH

Dalam setiap peresmian bendungan tersebut di atas, Presiden Jokowi kerap menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan strategi mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Presiden Jokowi berharap dengan adanya bendungan, selain untuk mendukung kebutuhan air bersih bagi masyarakat,

ada peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan pertanian.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri PUPR ketika itu, Basuki Hadimoeljono, menyebut manfaat pembangunan bendungan, dimana salah satunya adalah untuk pengembangan sektor pangan.

  • Bagikan