ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Bertemu Petani di Naekesa, SPK Janji Bangun Banyak Smart Farming di NTT

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Kebun-kebun percontohan seperti di Naekesa ini akan kita bangun banyak di NTT untuk mendorong peningkatan hasil produksi dari petani kita. Kita akan bantu dengan penyuluh pertanian yang akan mendampingi para petani. Semakin banyak kebun percontohan maka akan semakin banyak tempat petani belajar bagaimana cara meningkatkan hasil produksi atau bagaimana melakukan langkah-langkah inovatif dalam rangka peningkatan produksi. Supaya mimpi kita itu terwujud, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memenangkan Paket SIAGA supaya kitab isa eksekusi apa yang menjadi keinginan dan harapan para petani,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Dengan bahasa sederhana, Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apa yang hendak dia lakukan ketika nanti jadi gubernur NTT. Dia mau petani harus panen dua kali dalam setahun. Dia mau, masa produksi petani bertambah. Bagaimana petani bisa memperoleh penghasilan yang membuat hidupnya sejahtera lewat pertanian maupun peternakan. Itu semua bisa terwujud jika persoalan air bisa diselesaikan. Dia juga ingin agar di setiap 60 hektar lahan pertanian akan ada satu industri olahan untuk pakan ternak sehingga hasil pertanian dari masyarakat telah memiliki pasar tetap.

“Pesoalan utama kita sebenarnya adalah air. Kita punya sumber air tapi itu ada di bawah lembah dan di bawah tanah. Bagaimana air itu sampai ke kebun masyarakat, saya ahlinya. Kita kuasai teknologi itu. Kalau petani hanya menunggu musim hujan maka tahun depan saat saya sudah jadi gubernur, kita mulai tanam dua kali. Musim panas kita tanam dengan sistem irigasi tetes. Nanti kita upayakan agar air hujan tidak semua masuk laut. Kita buat banyak embung untuk menahan air supaya tidak langsung masuk ke laut dan tidak banjir. Saya pikir, ikan di laut juga tidak butuh air tawar. Kita bicara banyak tentang pertanian dengan peralatan yang moderen tapi kalau tidak ada air maka kita tidak bisa menanam. Demikian juga, kita bicara banyak tentang kesehatan, kalau ibu dan anak saja masih sulit mengakses air bersih maka stunting akan tetap menghantui generasi masa depan,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Baca Juga :  Tiba di Sumba Barat, Cagub NTT Simon Petrus Kamlasi Disambut Pasukan Berkuda

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paket SIAGA, Kristo Blasin, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Simon Petrus Kamlasi adalah sosok sederhana yang lahir di desa dari keluarga sederhana pula. Karena itu dia belajar dengan sungguh untuk bisa mengubah hidupnya supaya bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Untuk itu, Kristo Blasin mengajak para relawan dan simpatisan, termasuk warga eks-Timor Timur yang kini menjadi warga Desa Naekesa, untuk mendukung dan memenangkan Simon Petrus Kamlasi sebagai Gubernur NTT 2024-2029.

Baca Juga :  Jane Natalia Suryanto Resmi Bergabung Dengan Partai Amanat Nasional

“SPK itu bukan lahir dari orang berada. Dia adalah anak kecil dari pedalaman TTS yang telah merasakan sulitnya pikul air dari lembah menuju rumah. Kesulitan- kesulitan hidup yang dia hadapi tidak membatasi mimpinya untuk mengubah diri lalu mengubah hidup orang lain. Dia anak yang cerdas dan itu ditunjukkan dengan bisa masuk ke SMA Taruna Nusantara. Penderitaannya saat pikul air itu membuat dia bagaimana menolong orang lain supaya tidak sulit lagi mengakses air, dengan cara menemukan metode pompa hidram itu. Orang yang memiliki hati untuk menolong kesulitan orang lain, sejatinya adalah pemimpin. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan dia berjalan sendiri. Kita harus berada di sisinya untuk mewujudkan impian dia menolong banyak orang,” pungkas Kristo Blasin.

  • Bagikan