“Kami juga menggunakan aplikasi pijar dari Telkom, sehingga anak-anak bisa mengerjakan soal-soal ujian secara online di semua kelas,” tandas Frans.
Awalnya,wifi-nya hanya dipasang di ruang guru, tapi karena semua siswa menumpuk di satu tempat yang menyebabkan jaringannya lelet, sehingga sebagai Plt Kepsek, ia berinisiatif bekerjasama dengan Telkom untuk memasang wifi di semua kelas menggunakan indibiz dari sebelumnya indihome.
Kenapa harus dipasang di semua kelas, karena menurut Frans, banyak pembelajaran menggunakan online.
“Hal ini juga untuk mempermudah siswa/i mengakses internet, sehingga orangtua tidak perlu membeli data internet untuk putra/i-nya lagi. Cukup siap handphon saja, lalu mengakses internet secara gratis di kelas masing-masing,” pungkasnya.
Ujian Sekolah (US), ungkap Mantan Guru SMA Katolik Giovani Kupang ini, bukan satu-satunya penentu kelulusan.
Kata Frans, banyak faktor yang dinilai menentukan kelulusan siswa, salah satunya hasil US, akumulasi nilai dari Kelas X, XI dan XII, kedisiplinan, sikap dan prilaku siswa.
“Saya mau mengirim output SMA Negeri 4 Kupang ke masyarakat adalah orang-orang yang siap pakai dan berkualitas. Karena itu, saya tekankan soal kedisiplinan seperti jam masuk sekolah tepat waktu, jam pembelajaran, pembinaan karakter anak-anak dan lain-lain,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











