Ia menegaskan, para guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik layaknya orangtua yang membimbing anak-anaknya. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan kasih, kesabaran, dan keteladanan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Kami akan mendidik mereka seperti anak-anak kami sendiri di rumah. Namun di rumah mereka bersama orangtua, sehingga kami sangat mengharapkan dukungan orangtua,” ucap Hebner.
Ia juga mengajak seluruh orangtua mendukung implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga.
“Orangtua juga harus mendorong anak-anak belajar di rumah, sehingga proses belajar menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga,” katanya.
Pada tahun ajaran 2026, SMKN 2 Kupang menerima 641 siswa baru kelas X yang tersebar pada 11 program keahlian. Sementara itu, siswa kelas XI berjumlah 595 orang dan kelas XII sebanyak 565 orang, sehingga total peserta didik mencapai 1.801 siswa.
Untuk mendukung proses pembelajaran, sekolah didukung 154 guru yang terdiri atas guru mata pelajaran umum dan guru kejuruan pada 11 program keahlian, serta 34 tenaga kependidikan.
Dengan semangat bahwa guru adalah hamba dan siswa merupakan “tuan” yang harus dilayani sepenuh hati, SMKN 2 Kupang berharap mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











