ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dulu Belajar di Bawah Pohon, Kini Siswa MI Al-Hidayah Pulau Kukusan Punya Ruang Kelas Layak

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
kuku
Kapolda NTT Resmikan Revitalisasi MI Al-Hidayah, Bawa Harapan Baru bagi Anak-anak Pulau Kukusan ( Ist )

Menurutnya, revitalisasi ruang kelas merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan pendidikan. Anak-anak di wilayah kepulauan, kata dia, harus tetap mendapatkan kesempatan belajar dalam lingkungan yang layak.

Selain meresmikan revitalisasi MI Al-Hidayah, rombongan Polda NTT juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan tenaga pendidik Pulau Kukusan.

Bantuan tersebut berupa sembako, susu, mainan anak serta perlengkapan sekolah.

Bantuan itu menjadi bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan setelah gempa bumi Flores. Kehadiran rombongan juga diisi dengan kegiatan trauma healing bagi anak-anak.

Baca Juga :  Kapolda NTT Apresiasi Pengungkapan 11 Juta Batang Rokok Ilegal oleh Polres Belu dan Bea Cukai Atambua

Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang masih dirasakan anak-anak setelah bencana.

“Harapan kami, pasca gempa ini anak-anak tidak lagi trauma dan bisa kembali hidup normal sehingga bisa bersekolah lagi,” ujar Kapolda NTT.

Bagi masyarakat Pulau Kukusan, kehadiran Polda NTT bukan hanya membawa bantuan. Revitalisasi ruang kelas memberikan perubahan langsung bagi anak-anak yang selama ini belajar dalam keterbatasan.

Baca Juga :  Polda NTT dan Undana Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Perkuat Sinergi Akademisi dan Kepolisian

Dari tempat yang jauh dari pusat kota itu, sebuah pesan kembali ditegaskan: bencana tidak boleh memutus harapan dan keterbatasan fasilitas tidak boleh menghentikan pendidikan anak-anak.

Kehadiran Polri di Pulau Kukusan sekaligus menunjukkan pelayanan kemanusiaan tidak hanya menyasar masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga warga di daerah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses.

Baca Juga :  Sabu Raijua Peringkat Satu Hasil UN SMP

Ruang kelas yang kini lebih layak menjadi simbol harapan baru. Di sana, anak-anak Pulau Kukusan kembali belajar, bermain dan menatap masa depan dengan kesempatan yang lebih baik.

 

  • Bagikan