ALOR, fokusnusatenggara.com – Berdasarkan hasil penelitian dengan objek penelitian adalah berita-berita media massa, baik media cetak maupun media online yang terbit di NTT, ditemukan bahwa kekuatan metafisika yang dimiliki para suanggi tidak hanya bisa mencelakakan orang yang tidak disukainya, tetapi juga bisa terbang. Yang bisa terbang itu khususnya suanggi-suanggi yang berasal dari Kabupaten Alor.
Suanggi Alor memiliki kekuatan supranatural lebih dibandingkan dengan suanggi lain di NTT. Dalam media online Bisnis.com edisi 20 Maret 2018 terdapat berita heboh yang menggegerkan masayarakat NTT. Adapun berita itu berjudul “Alor Gelar Lomba Terbang dengan Kekuatan Metafisika.” Berita ini ditulis Newswire dengan Editor Nancy Junita.
Diberitakan bahwa Pemprov NTT akan menggelar Lomba Terbang di Pulau Alor pada bulan Agustus 2019 dengan menggunakan kekuatan metafisika. Para peserta Lomba Terbang adalah orang-orang yang diduga suanggi yang punya ilmu tinggi yang berasal dari seluruh pelosok NTT.
“Lomba terbang ini rencananya akan digelar bersamaan dengan Expo Tahunan Alor 2019,” kata Kepala Bidang Pemasaran dan Perencanaan Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Eden Klakik, kepada Antara di Kupang, pada Selasa (20/3/2018).
Menurut Eden Klakik, gagasan untuk menggelar Lomba Terbang ini muncul setelah melihat sejumlah fakta yang terjadi di Alor, bahwa hampir setiap minggu ada saja orang Alor yang terbang dan ada beberapa di antaranya yang jatuh ke tanah karena tersangkut pada tower Telkomsel dan gedung bertingkat.
“Daripada hampir setiap Minggu ada manusia terbang yang jatuh karena tabrak tower Telkomsel dan gedung bertingkat, lebih baik kita gelar Lomba Terbang supaya bisa mendatangkan devisa untuk daerah ini,” kata Eden Klakik.
Eden Klakik yang juga berasal dari Alor ini mengisahkan, pada September 2017, salah seorang suanggi baru pulang mengikuti Kongres Internasional Suanggi di China. Dia jatuh di belakang Kantor Bupati Alor di Kalabahi karena tabrak tower Telkomsel.
“Dan saya berpikir, lebih baik kita mengkoordinir mereka semua yang jago terbang itu dalam satu wadah dan kita bisa buatkan Lomba Terbang dalam Expo Tahunan Alor 2019,” katanya kepada Antara pada Selasa (20/3/2018).
Rencana menggelar Lomba Terbang di Alor pada 2019 itu memang tidak jadi dilaksanakan karena para suanggi tidak bersedia. Mereka menyadari resiko yang bakal mereka hadapi. Begitu masyarakat tahu bahwa mereka adalah suanggi, maka keamanan hidup mereka terancam. Mereka akan dituduh sebagai sumber malapetaka kematian dalam masyarakat.
Perihal suanggi Alor di NTT ini bisa terbang tidak hanya berdasarkan berita-berita media massa yang beredar di NTT. Suanggi Alor bisa terbang ini terdapat dalam karya sastra NTT.
Adalah sastrawan NTT, Mezra E. Pellondou, mengangkat tema suanggi Alor bisa terbang lewat cerpennya yang berjudul “Lir.” Cerpen ini terdapat dalam buku antologi cerpen karya Pellondou yang berjudul Kuda dan Sang Dokter (2017, halaman 59-69). Buku cerpen ini diterbitkan Penerbit Satu Kata, Sidoarjo, Jawa Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











