Secara kebijakan, Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah mengambil langkah konkret penghematan energi melalui penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat, yang mulai diberlakukan sejak 10 April 2026. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sebagai bagian dari strategi pengendalian konsumsi BBM di daerah.
Di luar aspek kebijakan, aksi berjalan kaki tersebut juga mengandung pesan kepemimpinan yang lebih humanis. Melki memperlihatkan bahwa menjadi pemimpin tidak selalu harus terikat pada simbol formal dan fasilitas, tetapi juga bisa hadir melalui tindakan sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Ia menyadari bahwa langkah tersebut bisa saja dipersepsikan beragam oleh publik. Namun, baginya, yang terpenting adalah memberi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil.
Aksi ini juga menjadi isyarat kepada jajaran birokrasi bahwa bekerja tidak selalu identik dengan penggunaan fasilitas negara secara maksimal, melainkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi.
Meski tidak dilakukan setiap hari, kebiasaan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya bagi pejabat, tetapi juga masyarakat luas, bahwa menjaga kesehatan, berhemat energi, dan menjalani hidup secara sederhana adalah bagian dari tanggung jawab bersama.
Di tengah rutinitas pemerintahan yang padat dan tuntutan kerja yang tinggi, langkah kaki Gubernur Melki di siang hari itu menjadi simbol kecil, namun bermakna bahwa kepemimpinan bisa hadir lebih dekat, lebih sederhana, dan tetap berdampak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











