Fungsional di BKPSDM Kabupaten Kupang
Plt. Kabid Mutasi BKPSDM Kabupaten Kupang
Bagi keluarga besar Langkameng, pelantikan ini bukan sekadar jabatan, melainkan suka cita dan kebanggaan, karena dua anak mereka kini menapaki jejak pengabdian sang ayah sebagai camat.
Pasutri Alumni STPDN: Simbol Kepercayaan dan Profesionalisme
Sejarah Baru di Penghujung 2025: Bupati Kupang Lantik Kakak Beradik dan Pasutri Alumni STPDN Jadi Camat.
Tak berhenti di situ, sejarah kembali tercipta ketika Bupati Kupang melantik sepasang suami istri sebagai camat. Mereka adalah Ayub Manafe dan Villy Nakamnanu, Alumni STPDN Angkatan 2009 (Angkatan XVII).
Ayub Manafe dilantik sebagai Camat Fatuleu Barat, sementara sang istri, Welly Nakamnanu, dipercaya memimpin sebagai Camat Kupang Barat.
Pelantikan pasangan suami istri ini menjadi simbol kuat bahwa profesionalisme, integritas, dan kompetensi tetap menjadi landasan utama dalam penempatan jabatan strategis.
Usai pelantikan, Ayub Manafe menyampaikan pesan penting yang diterimanya langsung dari Bupati Kupang.
Menurutnya, camat harus hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar sebagai administrator, tetapi sebagai pemimpin wilayah yang peka terhadap persoalan rakyat.
“Pesan Pak Bupati sangat jelas, kami wajib mendekatkan diri dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Untuk Fatuleu Barat, perhatian khusus diberikan pada upaya pengurangan risiko bencana di desa-desa rawan,” ujar Ayub.
Ia menegaskan, pengelolaan pemerintahan kecamatan ke depan akan menitikberatkan pada koordinasi yang kuat dengan pemerintah desa, terutama dalam pengelolaan Dana Desa dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami di kecamatan berperan sebagai fasilitator agar desa-desa mampu mencapai Standar Pelayanan Minimal, sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Tonggak Baru Birokrasi Kabupaten Kupang
Pelantikan massal camat dan lurah di akhir 2025 ini menjadi kado istimewa tidak hanya bagi alumni STPDN, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Kupang.
Langkah berani Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki dinilai sebagai wujud komitmen membangun pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berbasis meritokrasi.
Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan daerah, kehadiran para camat baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelayanan publik, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendekatkan negara dengan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Penghujung 2025 pun tercatat sebagai tahun penuh sejarah, ketika dedikasi, keluarga, dan pengabdian berpadu dalam satu momentum besar di Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











