“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian pejabat, tapi tentang peningkatan kinerja dan profesionalisme. Ini momentum penting untuk memperkuat performa pemerintahan agar semakin berdampak bagi masyarakat,” ujarnya di ruang Fraksi PKB DPRD NTT.
Celly juga meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh rumor di media sosial, namun tetap mendorong pemerintah menelusuri kebenaran isu tersebut.
“Terlepas benar atau tidak rumor itu, jika memang ada pejabat yang memainkan mutasi demi kepentingan kelompok, maka pejabat seperti itu tidak perlu dipertahankan,” tegasnya.
Politisi asal PKB itu mengingatkan bahwa semangat ‘Bangun NTT’ yang digaungkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur harus diwujudkan melalui birokrasi yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik politik kekuasaan.
“Birokrasi seharusnya menjadi mesin pembangunan yang solid, bukan arena politik kepentingan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar program unggulan Gubernur NTT, One Village One Product (OVOP), tidak dijalankan secara eksklusif.
“Program OVOP jangan sampai menjadi One Man, One Show. Harus melibatkan banyak pihak agar manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” katanya.
Menurut Celly, birokrasi yang sehat diibaratkan seperti bangunan yang kokoh karena perancangan dan elemen-elemennya tersusun kuat.
“Kekuatan birokrasi ditentukan oleh kualitas orang di dalamnya. Kita butuh birokrat yang cepat, tanggap, dan adaptif terhadap visi dan misi kepala daerah,”katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











