ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kunker ke Flores Timur, Gubernur NTT Hadiri Kegiatan Tuen Balik To’in Lewo 2025

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Setibanya di Larantuka, Gubernur NTT mengadakan rapat bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Forkopimda Flotim serta para Kepala SMA/SMK dan perwakilan Asosiasi Pemerintahan Desa (APDESI) Flotim bertempat di Rumah Jabatan Bupati Flores Timur, Kamis (3/4/2025) siang.

Pertemuan ini membahas terkait pertanian, garam, perikanan dan kelautan yang merupakan potensi unggulan di Kabupaten Flores Timur.

“Kami menekankan pentingnya pemanfaatan potensi sumber daya laut, dimana Flores Timur memiliki potensi besar dalam sektor kelautan dan perikanan, terutama dalam produksi ikan, garam, dan rumput laut. Untuk itu kami mengajak seluruh pihak terkait untuk lebih aktif memastikan hasil dari sektor ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Pertemuan tersebut juga membahas tentang Koperasi Merah Putih yang digagas dan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Gubernur Melki Ajak PAFI NTT Berkolaborasi Dalam Program OVOP

“Koperasi Merah Putih bertujuan untuk melindungi petani dan nelayan dari praktik-praktik tengkulak yang sangat merugikan. Pak Presiden Prabowo ingin agar uang lebih banyak berputar di desa dan tentu akan membuat petani dan nelayan dapat hidup sejahtera. Saya minta agar kepala desa menjaga pintu masuk agar pedagang tidak leluasa menentukan harga seenaknya,” tegas Melki.

Gubernur Melki Laka Lena juga mengingatkan para kepala desa agar menghindari dendam politik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga meminta para kepala sekolah, tenaga pendidik di Flores Timur untuk menyukseskan Program Pendampingan Siswa Menuju Seleksi Masuk Perguruan Tinggi.

“Program Pendampingan ini, dalam rangka menyiapkan siswa/i SMA/SMK se-NTT untuk mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi melalui jalur UTBK, TNI/ POLRI dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025. Kita harapkan anak-anak kita bisa siap secara wawasan dan mental,”ungkap Laka Lena.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan, Gubernur NTT Tinjau Lahan Pertanian Kering di Sabu Raijua

Usai melaksanakan rapat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Gubernur Melki Laka Lena menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke kediaman Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, sebelum menyambangi warga pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di camp-camp pengungsian.

Gubernur NTT serta rombongan menuju ke lokasi hunian sementara (Huntara) pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kamis (3/4/2025) sore.

Gubernur NTT pada kesempatan tersebut berdialog dengan para warga pengungsi dan meminta agar para pengungsi yang menempati Huntara untuk tetap tenang dan sabar karena pemerintah sedang berupaya maksimal dalam menanggulangi berbagai kebutuhan para pengungsi, terutama terkait hunian.

Baca Juga :  NTT Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy, Hadir 17 Negara

Melalui rapat pembahasan penanganan pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan konflik sosial di Adonara, Flores Timur bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno pada 21 Maret 2025 lalu, sudah ditegaskan bahwa pemerintah sedang dalam proses mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Pemerintah saat ini sedang berupaya maksimal untuk menuntaskan persoalan lahan hingga akses jalan untuk pembangunan Huntap. Semoga semuanya cepat terealisasi sehingga para warga korban erupsi bisa segera menempati hunian tersebut,” sebut Gubernur Melki Laka Lena.

 

 

  • Bagikan