“Ketika dengar kabar itu sekitar pukul 00.30 WITA pagi, kami dengan kendaraan satu truk, mobil Inova dan satu mobil pick up langsung ke Hokeng untuk jemput Suster Nikolin,” ujarnya kepada wartawan dengan nada haru.
Setibanya di Hokeng pukul 05.00 pagi, sambung Suster Thomasin, pihaknya dibantu para imam dan beberapa petugas langsung ke biara untuk memastikan kondisi biara dan Suster Nikolin.
“Kami menyaksikan kondisi biara kami sudah hangus terbakar dan kondisi suster sudah meninggal, karena kamar suster juga sudah hangus terbakar,” ujarnya sembari menahan tangis. “Ada lubang besar di kamar milik Suster Nikolin, karena ada batu besar yang jatuh menimpa kamar suster,” tambah Suster Thomasin sembari meneteskan air mata.
Kata dia, setelah melihat kondisi Biara SSpS Hokeng dan kondisi suster sudah meninggal dunia, pihaknya dibantu oleh beberapa imam dan petugas langsung mengevakuasi jenazah Suster Nikolin ke tempat yang lebih aman. “Setelah dievakuasi sekitar pukul 11.00 WITA, jenazah Suster Nikolin langsung kami bawa pulang dari Hokeng menuju Biara SSpS di Kewapante dengan menggunakan satu mobil Inova, satu pick up dan satu mobil ambulan,” ujar suster Thomasin.
Suster Thomasin menambahkan, almahrum Suster Nikolin akan dimakamkan besok, Selasa, 5 November 2024 pukul 09.00 WITA, diawali dengan Misa Requiem di Biara SSpS Kewapante.
Untuk diketahui, saat ini ada sekitar puluhan siswa-siswi SMP Sanctissima Trinitas Hokeng, para suster Biara SSpS Hokeng dan tukang masak, penjaga Biara SSpS Hokeng, masih mengungsi di Biara SSpS Kewapante, Maumere, Kabupaten Sikka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











