Yusinta menilai bahwa tim inisiator DOB Amanatun dan Amanuban sudah menunjukkan arah yang tepat dengan mulai menyentuh basis sosial. Meski begitu, ia menekankan perlunya memperluas dialog terbuka, mengunjungi komunitas adat, serta menjalin komunikasi aktif dengan tokoh agama dan pemuda.
“Pemekaran yang berakar kuat pada budaya lokal akan lebih mudah diterima dan dijaga,” katanya.
Yusinta juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari Pemerintah Kabupaten TTS sebagai daerah induk.
“Ini menarik, karena biasanya kepala daerah agak enggan memberi restu untuk pemekaran. Tapi kalau memang semangat kolaborasi bisa dibangun, maka DOB justru menjadi momentum membagi beban dan mempercepat pembangunan,” kata Yusinta.
“ Sekali lagi. Indikator awal keberhasilan usulan daerah otonomi baru (DOB) adalah bagaimana masyarakat yang akan dimekarkan merasa memiliki dan memahami tujuan dari pemekaran itu sendiri ,” tutup Yusinta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











