“ Sesampainya di lokasi, diduga petir menyambar kedua korban, yang langsung meninggal dunia di tempat. Karena hingga malam kedua korban tidak pulang ke rumah. Keluarga mulai mencemaskan keberadaan kedua korban ini ,” jelas AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata.
Sekitar pukul 19.30 Wita lanjut AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, dua anak korban (anak Yefta Seubelan) Chylson Junino Seubelan (17) dan Maric Yerimia Seubelan (15) memutuskan mencari korban di persawahan.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan Yefta dan Elgi sudah terkapar di area persawahan yang tergenang air setinggi 20 cm dengan kondisi terdapat luka bakar bagian dada dan kepala.
“ Chylson segera kembali kerumah untuk meminta bantuan warga. Keluarga dan warga setempat akhirnya mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka sekitar pukul 20.30 WITA ,” katanya.
Kapolres Agung menghimbau warga untuk mengantisipasi setiap bencana yang terjadi dimusim penghujan ini. ” Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi disaat musim penghujan ini, ” pintanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











