“Kami optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu apabila progres positif seperti sekarang terus dipertahankan hingga akhir masa kontrak,” katanya.
Meski demikian, Fajar menegaskan percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas konstruksi. Seluruh tahapan pekerjaan harus tetap mengacu pada spesifikasi teknis agar bangunan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap abrasi pantai.
“Kami terus mendorong kontraktor agar menjaga keseimbangan antara kecepatan pekerjaan dan mutu hasil konstruksi. Kualitas tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Keberadaan infrastruktur pengamanan pantai itu diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi yang mengancam kawasan pesisir Kabupaten Nagekeo sekaligus melindungi permukiman, infrastruktur publik, dan aktivitas masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











