Sementara itu, Ketua Perdhaki NTT, RD. Ambros Ladjar, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan ini.
Ia menjelaskan bahwa Perdhaki merupakan organisasi gereja Katolik yang menaungi rumah sakit, poliklinik, serta tenaga medis Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Dalam beberapa tahun terakhir, Perdhaki aktif mengelola program pengendalian tuberkulosis dan malaria di NTT bekerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.
“Dengan advokasi dan sosialisasi imunisasi ini, kami berharap makin banyak masyarakat, khususnya anak-anak, yang mendapat hak kesehatan mereka secara utuh,” ungkap Romo Amros.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Program Kesehatan Perdhaki Pusat, Medawati Silalahi. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengejar cakupan imunisasi dasar lengkap, yang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar secara nasional.
“Sampai tahun 2024, baru enam provinsi yang mencapai target imunisasi. Tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Di sinilah peran semua pihak sangat diperlukan,” ujar Meda.
Ia menambahkan, Perdhaki saat ini aktif menjalankan program di empat kabupaten/kota, termasuk Kota Kupang, sebagai bagian dari kontribusi nyata mendukung program nasional imunisasi yang berkeadilan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kadis Kesehatan Kota Kupang, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, para camat se-Kota Kupang, pengelola layanan kesehatan, organisasi mitra seperti Aisyiyah dan PKK, serta para suster dan tenaga kesehatan di lingkungan Perdhaki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











