“Mari kita sejalan bangun Kabupaten Kupang. Kalau sebelumnya saya di DPRD melakukan pengawasan, saat ini sebagai bupati, mari kita berkolaborasi laksanakan program pemerintah secara maksimal. Bagi yang dipercayakan sebagai pejabat, jangan habis dikoordinasi tidak melakukan apa-apa,” tandas Lede.
Bupati Lede juga mengharapkan pelayanan yang baik di rumah sakit dan puskesmas.
“Jangan ada istilah pasien yang masuk di RSUD Naibonat bukan sembuh malah semakin sakit dan mungkin meninggal. Perlu ada peningkatan pelayanan, disiplin dan lingkungan RSUD Naibonat juga harus bersih,” pesannya.
Sementara Wabup Kupang, Aurum Titu Eki, menekankan profesionalisme kerja. Bagi dia, lebih dibutuhkan aksi kerja daripada kata-kata tapi tidak ada faedahnya. “Jangan kerja dengan pola lama yang lamban, habis di koordinasi, taputar-putar di tempat. Gunakan sistem kerja cepat, tepat, bersih,” tandas Aurum.
Memiliki kewenangan dalam hal pengawasan, Aurum diberikan kepercayaan oleh Bupati Lede untuk mengawasi roda pemerintahan di Kabupaten Kupang dari semua aspek dan melaporkan ke bupati. “Salah satu cara kami lakukan pengawasan termasuk di bidang kesehatan adalah ketersediaan nomor pengaduan,” kata Aurum.
Rapat dilanjutkan dengan diskusi bersama Bupati, Wabup Kupang dan seluruh peserta rakor, di antaranya langkah cepat penurunan stunting, setiap pustu harus ada petugas, seluruh puskesmas harus melayani rawat nginap, semua puskesmas wajib ada dokter.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











