ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tujuh Suster RVM Akan Rayakan Pesta Perak Hidup Membiara di Paroki Santa Maria Assumpta Kupang

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Sr. Maria Costora Encamacoa Silva, RVM

Sr. Maria Wendelina Wio, RVM

Sr. Maria Fransisca Romana Yasmini, RVM

Dalam wawancara singkat, Sr. Maria Marselina Lodan, RVM, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas rahmat panggilan hidup membiara yang telah ia jalani selama seperempat abad.

“Saya penuh syukur dan gembira. Semua ini murni karena rahmat Tuhan yang memanggil dan menuntun langkah kami di komunitas RVM Distrik Indonesia. Kami ingin terus setia melayani dan menjadi saksi kasih Tuhan bagi sesama,” ujarnya.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Enam Korban Mati Mesin Diantara Tanjung Oesina dan Tanjung Usulain

Religious of the Virgin Mary (RVM) adalah tarekat religius yang didirikan oleh Venerabilis  (Yang Dimuliakan)  Ignacia del Espíritu Santo pada tahun 1684 di Filipina, dengan spiritualitas Hamba Hina dina, dan memiliki kharisma Pelayanan yang rendah hati kepada Sang Raja Ilahi.

Kongregasi ini memiliki motto, “Menuju Yesus Bersama Maria” Ad Jesusm cum Mariam” menjadikan Kongregasi ini melandaskan kekuatan hidup mereka pada Ekaristi dan ketekunan pada devosi-devosi kepada Bunda Maria. Pelindung khusus Kongregasi ini pada Santo Yoseph Bapak Angkat Yesus. Pelindung karya dan misi Kongregasi dalam semangat doa dan kerja dari Santo Ignatius dari Loyola.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Selamatkan 9 Awak KLM Helewa yang Alami Kerusakan Mesin di Laut Sawu

Adapun Kongregasi RVM bergerak dalam beberapa karya pelayanan seperti: Retret, Pastoral, Sosial, Asrama, pendidikan, kesehatan.  Di Indonesia, para suster RVM telah berkarya di berbagai bidang, khususnya di tengah masyarakat yang sederhana.

Perayaan Pesta Perak ini diharapkan menjadi momentum pembaruan panggilan, tidak hanya bagi para Suster yang merayakan, tetapi juga bagi kaum hidup bakti dan umat yang hadir. Melalui kesetiaan dan pelayanan mereka, umat diundang untuk semakin mengandalkan Tuhan dan meneladani semangat Maria yang setia pada panggilan-Nya, mengandung Yesus, melahirkan, membesarkan dan mendampingi sampai pada titik akhir di bawah salib. Maria menjadi tokoh panutan kesetiaan dan pengorbanan demi terlaksananya keselamatan umat manusia yang menjadi tujuan peristiwa inkarnasi Yesus menjadi manusia

  • Bagikan