ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Suasana Sakral di Pura Manik Segara, Melasti Jadi Awal Rangkaian Nyepi 1948 Saka di Kupang

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Umat Hidu Kota Kupang melaksanakan upacara Melasti di Pura Oeba ( Istimewa)

Pelaksanaan Melasti berlangsung aman dan tertib berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya Satpol PP Kota Kupang, Dinas Perhubungan, Karang Taruna, pemuda lintas agama, serta Pecalang Banjar Dharma Agung yang mengatur jalur menuju kawasan Oeba Fatubesi.

Rangkaian perayaan Nyepi akan berlanjut pada 18 Maret 2026 dengan pelaksanaan Tawur Kesanga, yang diikuti pawai ogoh-ogoh di Jalan El Tari, Kupang. Prosesi ini bertujuan menetralisir kekuatan negatif agar alam semesta kembali seimbang sebelum memasuki puncak Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026.

Pada hari Nyepi, umat Hindu akan menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bekerja, dan tidak menikmati hiburan. Momentum ini menjadi waktu refleksi diri untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan menata niat menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Cerita Dari Laut dan Ladang: Danlantamal VII Kupang dan Misi Ketahanan Pangan Negeri

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Tri Hita Karana harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam perayaan Nyepi di Kupang diharapkan membawa kedamaian, keseimbangan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.

 

 

  • Bagikan