Eko menambahkan bahwa status siaga kelistrikan akan terus berlangsung hingga 11 April 2025 (H+7 Lebaran), seluruh insan PLN berkomitmen menjaga kondisi sistem kelistrikan dalam keadaan prima.
“Siaga Ramadhan atau Idulfitri tahun ini, kami laksanakan mulai dari H-7 sampai dengan H+7 lebaran berakhir. Lokasi prioritas terjaga dengan optimal tanpa adanya gangguan kelistrikan. Ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memberikan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat,” tambahnya.
PLN NTT mencatat sebanyak 60 lokasi prioritas yang menjadi fokus pengamanan, terdiri dari lokasi Salat Id di seluruh NTT.
Keandalan pasokan listrik selama perayaan 1 Syawal 1446 H didukung oleh kapasitas daya mampu pasok sebesar 249,05 MegaWatt (MW), sementara beban puncak mencapai 195,42 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya yang mumpuni yaitu sebesar 53,63 MW.
Untuk menjaga keandalan sistem, PLN mengerahkan 1.984 personel siaga yang dibekali dengan berbagai peralatan pendukung, antara lain 90 unit genset, 28 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 16 Unit Gardu Bergerak, 5 truk crane, 60 mobil dan 199 motor operasional yang disiagakan di berbagai wilayah NTT.
Dengan langkah-langkah ini, PLN berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita. PLN juga mengajak seluruh pelanggan untuk tetap mematuhi petunjuk keselamatan listrik demi terciptanya perayaan yang aman dan nyaman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











