“Hari ini kami tampil di tiga tempat, termasuk di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Lippo Plaza sekitar jam 2 siang, dan Rukun Jaya Kuanino jam 5 sore. Kami berkomitmen memberikan penampilan terbaik di setiap lokasi,” jelas Novi.
Pelatih Barongsai Naga Atoin Meto, Alberto Agus Sugiarto, menyebutkan jumlah personel tim sekitar 15 orang, dengan dua orang memainkan satu barongsai.
“Latihan rutin terus kami lakukan untuk menjaga kekompakan dan kualitas pertunjukan,” katanya.
Sementara itu, Sr. Laurentina, SDP menyampaikan apresiasinya atas perayaan Imlek yang digelar di lingkungan gereja. Menurutnya, perayaan ini menjadi wujud nyata toleransi dan kebersamaan di Kota Kupang.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi perayaan ini. Komunitas Tionghoa di Kota Kupang perlu dipersatukan dan diberikan kebebasan untuk merayakan hari besarnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, Kota Kupang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh etnis dinilai penting dalam membangun kota yang harmonis dan inklusif.
Perayaan Imlek 2577 di Kupang pun berlangsung penuh sukacita, memperlihatkan indahnya harmoni budaya dan iman di tengah keberagaman masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











