ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dari Labuan Bajo hingga Sikka, Christian Widodo Susuri 6 Daerah Gempa, Kepala Daerah Beri Apresiasi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
lim
Lima Hari Keliling Flores, Christian Widodo Dipuji Kepala Daerah: Datang Bukan Sekadar Bawa Bantuan ( Ist )

Di Nagekeo, Bupati Simplisius Donatus juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Christian yang datang membawa bantuan sekaligus solidaritas masyarakat Kota Kupang.

Menurut Simplisius, kehadiran langsung seorang kepala daerah dari wilayah yang tidak terdampak memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kehadiran ini memberikan semangat dan kebangkitan moril bagi kami yang terdampak, sehingga masyarakat tahu bahwa ketika mereka tertimpa bencana masih ada orang yang peduli,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Ende. Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Christian dan masyarakat Kota Kupang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Baca Juga :  Kejagung dan Kejati NTT Salurkan Bantuan Rp640 Juta untuk Korban Gempa Flores

Sementara di Sikka, Bupati Juventus Prima Yoris Kago, SH., didampingi Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi dan jajaran, menilai kedatangan Christian memiliki makna tersendiri.

“Kemanusiaan itu menembus batas apa pun. Pertemuan hari ini terasa istimewa karena Pak Wali langsung temui kami di sini setelah melewati perjalanan panjang dari Labuan Bajo dan beberapa kabupaten terdampak lainnya. Kehadiran Pak Wali menjadi kekuatan bagi kami,” ujar Juventus.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Hadiri Ibadah Syukur Ma’Somba Tedong dan Ma’Pabendan Bate di Gereja Toraja Jemaat Kupang

Selama kunjungan kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp635 juta. Bantuan itu terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Kupang dan Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN serta aksi penggalangan dana.

Namun bagi Christian, nilai bantuan bukanlah satu-satunya hal yang penting. Ia ingin kehadirannya menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak sendirian menghadapi bencana.

“Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujar Christian.

Perjalanan kemanusiaan itu bahkan belum berakhir ketika Christian hendak kembali ke Kupang. Penerbangannya dari Maumere dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Baca Juga :  5 Negara Yang Memiliki Budaya Seks Paling Bebas, Nomor 4 di Asia

Christian kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur, sebelum akhirnya kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan pada Sabtu (29/8).

Lima hari perjalanan itu menjadi gambaran bahwa solidaritas tidak selalu harus menunggu seseorang datang meminta bantuan. Bagi Christian, berada langsung di tengah masyarakat yang sedang berduka menjadi cara untuk memastikan bahwa kepedulian dari Kota Kupang benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan

  • Bagikan