Di Nagekeo, Bupati Simplisius Donatus juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Christian yang datang membawa bantuan sekaligus solidaritas masyarakat Kota Kupang.
Menurut Simplisius, kehadiran langsung seorang kepala daerah dari wilayah yang tidak terdampak memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kehadiran ini memberikan semangat dan kebangkitan moril bagi kami yang terdampak, sehingga masyarakat tahu bahwa ketika mereka tertimpa bencana masih ada orang yang peduli,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Ende. Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Christian dan masyarakat Kota Kupang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.
Sementara di Sikka, Bupati Juventus Prima Yoris Kago, SH., didampingi Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi dan jajaran, menilai kedatangan Christian memiliki makna tersendiri.
“Kemanusiaan itu menembus batas apa pun. Pertemuan hari ini terasa istimewa karena Pak Wali langsung temui kami di sini setelah melewati perjalanan panjang dari Labuan Bajo dan beberapa kabupaten terdampak lainnya. Kehadiran Pak Wali menjadi kekuatan bagi kami,” ujar Juventus.
Selama kunjungan kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp635 juta. Bantuan itu terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Kupang dan Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN serta aksi penggalangan dana.
Namun bagi Christian, nilai bantuan bukanlah satu-satunya hal yang penting. Ia ingin kehadirannya menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak sendirian menghadapi bencana.
“Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujar Christian.
Perjalanan kemanusiaan itu bahkan belum berakhir ketika Christian hendak kembali ke Kupang. Penerbangannya dari Maumere dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Christian kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur, sebelum akhirnya kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan pada Sabtu (29/8).
Lima hari perjalanan itu menjadi gambaran bahwa solidaritas tidak selalu harus menunggu seseorang datang meminta bantuan. Bagi Christian, berada langsung di tengah masyarakat yang sedang berduka menjadi cara untuk memastikan bahwa kepedulian dari Kota Kupang benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











