Atas kejadian tersebut, katanya, Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo Elkius Kobak siap bertanggung jawab dan menyampaikan kepada aparat militer Pemerintah Indonesia, untuk tidak menangkap dan menembak warga sipil yang tak bersalah atas kejadian tersebut.
Terkait dengan hal tersebut, katanya, manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB menyampaikan bahwa seluruh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo sedang melakukan operasi di wilayah perang setelah kejadian pembakaran mobil Avanza milik aparat militer pemerintah Indonesia di Yahukimo sejak 28 Januari 2025 lalu.
“Maka, disampaikan kepada semua pihak dan terlebih khusus orang imigran Indonesia untuk segera keluar dari Yahukimo, karena Anda dicap sebagai agen intelejen Indonesia di daerah konflik bersenjata,” katanya.
“Dan orang Papua yang sedang dibayar untuk menjadi agen intelijen yang sedang memasuki wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Kami siap eksekusi Anda kapan saja dan dimana pun tempatnya kami siap eksekusi,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











