ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sarah Lery Mboeik Minta Polisi  Harus Hentikan Laporan Denny Frans Terhadap Maksi Tahoni

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Terlapor jangan terus diteror dan kriminalisasi, sebab dari data yang ada, tidak ada yang dirugikan. Yang terjadi ia menjadi korban, karena investor tidak memenuhi apa yang disepakati bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya PT Bara Makmur Katulistiwa (BMK) pada Minggu, 5 Oktober 2025 sekira pukul 22.O0 Wita resmi melaporkan Maksimus Tahoni dalam dugaan tindak pidana penipuan anggaran BMK sebesar 700 juta rupiah.

Laporan dugaan penipuan oleh Deny Frans Manubulu selaku kuasa direksi PT Bara Makmur Katulistiwa dengan nomor LP: STTLP/263/X/2025/SPKT/ Polres Belu/Polda NTT.

Baca Juga :  PIAR NTT  Minta Penyidik Kejati NTT Tahan Oknum Anggota DPRD Kota Kupang Mokris Lay

Disebutkan dalam laporan tersebut bahwa tindak pidana penipuan itu terjadi pada Selasa 17 Juni 2025, sekitar pukul 12.10 Wita, bertempat di ruang tunggu Bandara A.A Bere Tallo Atambua.

Pihak PT BMK kata Deny Frans Manubulu adalah sebagai mitra kerja sama dengan Maksi Tahoni sebagai pemilik lahan garam di Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU.

Baca Juga :  Lecehkan Siswi SMP Berusia 15 Tahun  Aipda Ihwanudin Ibrahim Oknum Anggota Polres Sikka Ditahan

“Saya Manager PT BMK di NTT melaporkan ke Polres Belu karena perjanjian kerja sama dan beberapa transfer dana di wilayah Kabupaten Belu. Lokasi pekerjaan yang di wilayah TTU,” kata Denny Frans.

Dalam bisnis  garam tersebut PT BMK berinvestasi  sekitar Rp700 juta dengan iming – iming Maksi Tahoni bahwa hasil panen sekitar Rp2-3 Miliar dalam semusim.

Baca Juga :  Erni Manuk, Napi Pembunuh Langoday Meninggal

“Ternyata hasil panennya dijual oleh saudara Maksi Tahoni tanpa sepengetahuan PT BMK,” terangnya.

Denny menambahkan bahwa anggaran Rp700 juta itu termasuk pembelian alat-alat, karpet garam dan sewa alat berat sampai jadi tambak garamnya.

“Kami anggap ini one prestasi atau pencurian barang perusahaan atau penggelapan aset yang di lakukan Maksi Tahoni,” bebernya.

 

  • Bagikan