ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sarah Lery Mboeik Minta Polisi  Harus Hentikan Laporan Denny Frans Terhadap Maksi Tahoni

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Sarah Lery Mboeik,  Direktris PIAR NTT, meminta penyidik Satreskrim Polres Belu segera menghentikan laporan kuasa direktur PT Bara Makmur Katulistiwa (BMK), Denny Frans Manubulu terhadap terlapor Maksimus Tahoni dalam kasus tambak garam. Ini karena menurut Lery penyelidikan terkait investasi tambak garam tersebut tidak mengalami kemajuan.

Dia menuturkan bahwa tidak dalam posisi membela Maksi Tahoni namun jika penyidik tidak memiliki bukti dan alat bukti yang kuat maka jangan dipaksakan.

” Ingat kami tidak bela terlapor kalau ada bukti. Tapi kalau penyelidikan tidak maju-maju, maka harus dihentikan dan jangan dipaksakan,” tandas Sarah ( 13/2).

Baca Juga :  Gelar Operasi Pekat, Polda NTT Terjunkan 878 personil Tumas Premanisme

Menurut mantan Anggota DPD RI asal NTT ini penyelidikan investasi garam  jangan dijadikan alat untuk teror masyarakat termasuk terlapor. Polisi harus betul-betul presisi, apalagi dalam masa reformasi kepolisian.

Sesuai data yang diterima dari Maksi Tahoni jelas Lery, tidak terlihat adanya penipuan dan penggelapan.

Sarah menyoroti komitmen investor dengan Maksi Tahoni selaku pemilik lahan yang tidak dijalankan baik

Baca Juga :  PIAR Minta Oknum Oknum Anggota Polres Belu Bripka Naries Nuwa Diberi Sangsi Hukum Berat Termasuk PTDH

“Sesuai data yang kami terima, tidak ada investor dirugikan. Yang kami lihat ini hanya untuk menekan terlapor. Maksi Tahoni selaku terlapor malah mau dijadikan korban,” ujar Sarah.

“Saya melihat ada upaya pelapor mengkriminalisasi terlapor dan diduga terlapor terus diteror agar dia segera menyerah. Kalau cara-cara ini dipakai, tentunya tidak sesuai dengan azas kebenaran dan keadilan,” sambungnya.

Baca Juga :  Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap RNN dan KDRT Aniaya Isteri, Briptu AN Ditahan

Ia menghimbau agar kedepan Pemda di NTT maupun pihak swasta benar-benar selektif bekerja sama dengan investor yang masuk ke NTT.

“Pemda maupun swasta harus hati-hati dengan orang-orang yang datang ke NTT dengan membawa nama investor,” tegasnya.

Lery kembali menekankan kembali  agar Polres Belu segera menghentikan penyelidikan atas terlapor Maksi Tahoni.

  • Bagikan