“Pelaksanaan pembaretan ini adalah suatu kebanggaan yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai luhur, serta kecintaan terhadap institusi Bhayangkara,” ujar Kombes Deonijiu.
Ia juga mengingatkan bahwa tradisi pembaretan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian panjang sebagai anggota kepolisian.“Ini adalah langkah awal dalam perjalanan karier kalian sebagai anggota Polri. Tantangan di depan semakin berat dan kompleks. Dibutuhkan pribadi yang tangguh, siap beradaptasi, dan memiliki semangat pengabdian tinggi,” tambahnya.
Dengan pembaretan ini, diharapkan para Bintara Remaja Angkatan 52 dapat menjalankan tugas mereka dengan profesionalisme, loyalitas, dan jiwa korsa yang kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











