ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, Setelah  Telponnya Tidak Dijawab Sang Pacar

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dijelaskan, korban sebelumnya menghubungi saksi TB (38) meminta mengantarnya ke gereja untuk beribadah, namun tidak mengantar karena masih mengikuti acara wisuda.

Beberapa saat kemudian saksi kembali menghubungi korban tetapi tidak direspon, sehingga saksi segera ke kos korban di TDM.

“ TB yang tidak merespon telepon pacarnya YSF segera datang ke kos dan memanggil korban namun tidak dijawab. Saksi coba membuka pintu tetapi terkunci, saksi lalu memeriksa jendela yang tidak terkunci dan melihat ke dalam kamar, didapati korban dalam keadaan gantung diri menggunakan kain yang terlilit di leher korban,” jelas Kapolresta Kupang Kota, Sabtu 30 November 2024.

Baca Juga :  Kakek 60 Tahun Asal Kupang Tewas Saat Berduan Dengan ABG Di Kamar Kos

Melihat hal itu, saksi TB lalu memberitahukan ke ibu kos, dan segera disampaikan ke warga sekitar untuk menghubungi pihak kepolisian.

“Anggota piket fungsi dan inafis dipimpin Kanit SPKT tiba di tkp, langsung memasang garis polisi, olah dan amankan tkp dari warga yang mendatangi lokasi kejadian tersebut,” kata Kapolresta lagi dikutip Tribratanews Kupang Kota.

Baca Juga :  Di NTT ! Seorang Pemilih Masih Hidup Tapi Dinyatakan Meninggal, Simak Kasusnya

Pada tengah malam, tambah Kombes Aldinan Manurung, setelah selesai olah tkp, Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Titus Ully Kupang segera membawa jenasah korban dengan menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan visum guna mencari penyebab kematian korban.

“Jenasah korban saat ini masih disemayamkan di ruangan pemulasaran jenasah, dan keluarga (orang tua) korban yang telah tiba dari Kabupten TTS, menolak untuk dilakukan otopsi,” katanya.

Baca Juga :  Nasib Ipda Rudy, Usai Dipecat Polri kini Dilaporkan ke Polda NTT Dituduh Timbun BBM Subsidi

Penyidik yang menangani kejadian tragis ini, kemudian membuat surat pernyataan penolakan otopsi, dan jenasah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Karena keluarga menolak dilakukan otopsi guna mencari penyebab atas kematian korban, kemudian keluarga menandatangani surat penolakan otopsi atas jasad korban,” pungkasnya.

  • Bagikan