Kajati NTT meminta seluruh jajarannya untuk tidak sekadar beretorika, melainkan bekerja nyata dengan disiplin tinggi.
“Tidak perlu berkoar untuk terdengar hebat, karena kerja nyata tidak membutuhkan banyak kata. Cukup buktikan hasil kerja kita sehingga pada akhirnya kesuksesanlah yang berbicara,” tegasnya.
Dia menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan bermartabat dengan menempatkan moral serta integritas sebagai fondasi utama.
Instruksi Strategis untuk Pejabat Baru
Secara khusus kepada Asisten Intelijen yang baru dilantik, Kajati NTT memberikan empat instruksi tegas untuk segera dilaksanakan:
- Akselerasi dan Identifikasi:Pejabat baru diminta segera berakselerasi untuk mengidentifikasi, mempelajari, menguasai, dan menyelesaikan berbagai persoalan di bidang intelijen.
- Ciptakan Lingkungan Kerja Produktif:Membangun suasana kerja yang inovatif, transparan, dan akuntabel, serta menumbuhkan etos kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
- Keadilan Substantif:Mewujudkan penegakan hukum yang didasarkan pada hati nurani dan integritas luhur, sehingga keadilan substantif dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
- Pengawasan Melekat (Waskat):Membina jajaran untuk menjaga integritas dan menjauhi penyimpangan. Kajati menekankan pentingnya pengawasan melekat untuk mencegah perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas.
Roch Adi Wibowo mengingatkan bahwa jabatan adalah titipan dan bukan tujuan akhir, sehingga harus dijauhkan dari perbuatan tercela.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











