“Akunnya mungkin sama, tetapi korbannya berbeda, waktu kejadian berbeda, tempat kejadian berbeda, begitu juga dengan niat dan perbuatannya. Karena itu, perkara-perkara tersebut dapat diproses secara terpisah,” jelasnya.
Francisco juga menyatakan keyakinannya bahwa seluruh proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari penyidik.
Apresiasi Kinerja Penyidik
Dalam kesempatan itu, Francisco mengapresiasi kinerja penyidik Siber Polda NTT yang dinilainya bekerja secara profesional, cermat, dan menjaga kerahasiaan proses penyidikan.
Ia juga menilai kondisi ruang digital di NTT sejak akhir Mei 2026 menjadi lebih kondusif.
“Media sosial kita sekarang lebih bersih, seperti yang disampaikan Pak Gubernur dengan semangat ‘Cyber Sehat’. Harapannya tidak ada lagi saling fitnah, teror, ancaman, maupun dugaan pemerasan. Kepada masyarakat, mari bersabar menunggu proses hukum, begitu juga kepada pihak-pihak yang saat ini masih berstatus terduga,” tutup Francisco.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











