“Kami memenuhi panggilan penyidik keterangan saksi untuk menguatkan terduga pelaku, ada beberapa pertanyaan terkait kronologi, memiliki bukti apa, kenal dengan pelaku tidak, sejak kapan kenal, dan ada beberapa dokumentasi dimiliki keluarga. Untuk mempercepat proses,” kata Pazri.
Ia berharap ada keadilan untuk korban dan keluarga korban. Menurut Pazri, proses peradilan pidana terhadap Jumran kemungkinan digelar Pengadilan Militer Banjarbaru karena kejadian tindak pidana di Kota Banjarbaru.
Jejak Juwita sebagai jurnalis di Banjarbaru Kalimantan Selatan
Teny Ariana, wartawati sahabat almarhum Juwita, mengisahkan kejanggalan sebelum korban ditemukan tak bernyawa di tepi jalan kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu sore, 22 Maret 2025. Menurut Teny, Juwita menekuni profesi wartawan sudah empat tahun.
Selama ini, Teny dan Juwita kerap liputan bersama terkait isu-isu pemerintahan. Namun, kata Teny, sosok Juwita lebih banyak menulis feature. “Biasanya Juju (Juwita,red) itu liputannya terkait pemerintahan, tapi lebih banyak feature,” kata Teny Ariana kepada Tempo.
Setahu Teny, hasil karya jurnalistik dari Juwita tidak pernah bermasalah. Teny paham betul karya jurnalistik milik Juwita karena sering liputan bersama di lapangan.
“Untuk liputan yang bermasalah tidak pernah, karena kalau liputan di lapangan pasti selalu dengan saya. Kemana saja liputan pasti sama saya, dan beberapa waktu kebelakang kami sering kali liputan terkait konferensi pers di Polda Kalsel,” lanjut Teny Ariana.
Kelasi Satu Jumran adalah calon suami Juwita
Ihwal calon suami dari Juwita, Teny mengakui bahwa prajurit TNI AL Jumran sebagai tunangan Juwita. Menurut Teny, J dan Juwita hendak menikah pada Mei 2025.
“Untuk menikah dengan TNI AL iya, dia sudah melangsungkan prosesi lamaran dan rencana menikah di bulan Mei nanti,” lanjut Teny Ariana.
Teny mengakui Juwita pernah mencurahkan isi hati terkait hubungan asmaranya dengan calon suaminya. “Yang saya bisa sampaikan, Juju itu curhat kondisi komunikasi dia dengan calon suaminya kurang baik dan sikap calon suaminya yang agak tempramen,” kata Teny.
AJI desak penegakan hukum yang profesional dan transparan
AJI Persiapan Banjarmasin dalam keterangannya, mendesak proses penegakan hukum harus profesional dan transparan atas kematian Juwita. Kemudian, AJI meminta keamanan jurnalis dalam bekerja harus menjadi atensi karena jurnalis bekerja untuk publik.
“Kami mengajak semua jurnalis dan masyarakat ikut mengawal kasus ini agar tidak dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Fungsi pers sebagai kontrol sosial,” tutur Divisi Advokasi AJI Persiapan Banjarmasin, Hari Tri Widodo.
TNI AL menyatakan berduka dan meminta maaf kepada keluarga korban
Komandan Denpom Lanal Balikpapan Mayor Laut Ronald Ganap, atas nama TNI Angkatan Laut mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. TNI AL juga memohon maaf atas kejadian yang melibatkan anggota mereka.
“Kami memastikan bahwa jika terbukti bersalah, tersangka akan menerima sanksi serta hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku,” ucap Ronald Ganap.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











