ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Edan ! Pria ini Hamili Mertua Hingga Melahirkan, Nikahi dan Ceraikan Isterinya, MUI Menyebutnya Haram

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Semua sudah berdamai. Sidang perceraiannya berlangsung tanggal 27 Mei nanti,” jelasnya.

Namun pernikahan menanatu mertua ini, MUI Sulsel menyatakan perbuatan pria tersebut hukumnya haram dalam Islam. MUI Sulsel pun meminta pria tersebut menceraikan mertua yang dinikahinya.

“Hukumnya dalam Islam itu sesuai dengan ayat hukumnya haram. Jadi mertua atau menantu atau bekas mertua atau bekas menantu itu haram. Misalnya istri bapak itu haram dinikahi oleh anaknya bapak. Sebaliknya juga begitu,” tegas Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry, Kamis (22/5)

Baca Juga :  Buser Polsek Kelapa Lima Ciduk Pelaku Pengeroyokan Remaja Perempuan di Pantai Oesapa

Muammar menjelaskan, status menantu dan mertua termasuk mahram. Dia menegaskan hubungan pernikahan antara menantu dan mertua tidak sah.
“Tidak sah. Sama saja orang yang menikahi saudaranya. Orang yang menikahi ibunya, sama saja itu. Kalau misalnya ada orang yang menikahi saudaranya, menikahi ibunya, apakah mau dianggap sah? Tidak,” tegasnya.

Menurut Muammar, hubungan menantu dan mertua tidak boleh terjadi dan dilanjutkan. Dengan begitu, sebaiknya menantu menceraikan mertuanya karena pernikahan atau hubungan asmaranya dianggap haram.

Baca Juga :  PMKRI Resmi Laporkan Polce Adu Ke Propam Polda NTT

“Harus (diceraikan) karena haram terus dibuat itu. Yang boleh itu kalau sudah cerai yang bersaudara. Misalnya ada perempuan dia punya saudara, tapi saudaranya itu sudah diceraikan, tapi saudaranya itu bisa dinikahi. Tapi yang tidak boleh mertua, bekas mertua, apa lagi yang menjadi mertua. Itu hukumnya haram,” jelasnya.

Muammar menjelaskan keharaman pernikahan antara mertua dan menantu itu disebut keharaman muabbad. Artinya, sambungnya, keharaman pernikahan mertua dan menantu berlaku selamanya, meskipun istri atau suaminya telah diceraikan.

Baca Juga :  Terima Audiensi Terkait Kasus Rudi Soik, Polda NTT Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Tidak Akurat

 

  • Bagikan