ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Donatus Nesi Kepala Desa Letmafo Diadukan ke Polres TTU Karena Aniaya Wartawan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KEFAMENANU, fokusnusatenggara.com —  Donatus Nesi Kepala Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU ) karena diiduga bersama sekelompok orang melakukan pengeroyokan brutal terhadap wartawan media online ViralNTT.Com, Felix Nopala, hingga mengalami luka memar di bagian pelipis mata kanan, leher, dan punggung.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Selasa, 2 September 2025, sekitar pukul 17.30 WITA di Desa Letmafo. Korban yang baru tiba di rumahnya seusai melakukan aktivitas peliputan, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan suruhan sang kades.

Mereka menginterogasi korban Felix Nopala soal kedatangan rekan jurnalisnya, Hendrik, yang lebih dulu datang untuk menginvestigasi pembangunan desa atas dugaan penyimpangan Dana Desa.

Baca Juga :  Atase Polri KBRI Dili, Kombes Pol Don Gaspar da Costa Tatar Kapolres Se-Timor Leste Soal Kepemimpinan

“Kami tahu pasti lu yang suruh dia datang foto-foto! Lu jangan main-main kalau jadi wartawan!” demikian menurut pengakuan Felix Nopala, menirukan intimidasi kelompok orang itu ,” kata Felix Nopala

Tak lama kemudian lanjut Felix, Kepala Desa Donatus Nesi bersama beberapa rekannya langsung melakukan tindakan kekerasan secara bersama-sama. Korban yang tidak berdaya dianiaya secara membabi buta hingga mengalami luka fisik serius.

Baca Juga :  Wakapolda Tinjau Langsung Kondisi Siswa SMPN 8 Kupang yang Diduga Keracunan Makanan

Kondisi demikian membuat Felix bersama rekan jurnalis dan pengacaranya segera melaporkan tindakan biadab tersebut ke pihak berwajib. Laporan telah diterima di Polres TTU. Laporan itu dengan nomor registrasi: LP/288/IX/SPKT/2025/POLRES TTU/ POLDA NTT.

Pihak kepolisian juga telah melakukan visum et repertum untuk mendukung proses penyelidikan.

Kejadian bermula ketika rekan jurnalis korban, Hendrik, mengunjungi Desa Letmafo pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WITA untuk memantau proyek pembangunan yang dibiayai oleh Dana Desa.

  • Bagikan