Semangat perubahan ini juga dirasakan oleh para petugas di lapangan. Novensius Bessu, personel PT PLN Nusa Daya, menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari sejarah transisi energi di desa tersebut.
“Bekerja menjelang Hari Buruh ini terasa spesial. Kami bukan sekadar memasang kabel, tapi sedang membangun jalan bagi masyarakat untuk menikmati energi yang lebih baik. Senyum warga adalah energi bagi kami,” ungkapnya.
Bagi warga, transisi ini adalah solusi atas kesulitan ekonomi. Marten, salah satu warga Desa Waipakolo, mengakui betapa beratnya bertahan dengan mesin diesel di tengah langkanya bahan bakar solar.
“Kami sudah lama terbebani biaya solar yang mahal dan sulit didapat. Kami sangat mendambakan transisi ke listrik PLN ini agar bisa lebih hemat dan usaha di desa bisa berjalan lancar,” harap Marten.
Melalui pembangunan ini, PLN berharap Desa Waipakolo dapat menjadi contoh keberhasilan transisi energi di tingkat akar rumput, di mana akses listrik yang merata mampu memicu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kelestarian alam Sumba.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











