“Selama ini sebagian besar durian yang dijual di Rote didatangkan dari Jawa Timur dan Bali. Kami berharap melalui program ini kami bisa memproduksi sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa Program Pengembangan Kawasan Durian di Kabupaten Rote Ndao merupakan program APBN melalui jalur aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, sebagai upaya memperkuat pengembangan hortikultura di NTT.
Menurut Joaz, program tersebut mencakup pengembangan lahan seluas 20 hektare pada 10 kelompok tani di Desa Nggelodae, Daleholu, dan Pilasue, Kecamatan Rote Selatan.
Pemerintah juga menyalurkan 2.000 bibit durian varietas Otong dan 30 ton pupuk organik sebagai dukungan awal agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berkembang menjadi sentra produksi durian baru di Nusa Tenggara Timur.
“Pengembangan kawasan durian ini diharapkan mampu meningkatkan produksi hortikultura, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan durian dari luar daerah. Dengan komitmen petani dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis kawasan durian di Rote
Selatan akan berkembang menjadi sentra hortikultura yang meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Joaz
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











