ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Stabil Jelang Akhir Tahun, Inflasi NTT Masuk 10 Terendah Nasional

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

BPS: Inflasi Bulanan Dipicu Makanan dan Transportasi

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale, menjelaskan bahwa inflasi bulanan November 2025 tercatat sebesar 0,58 persen, terutama dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan dan transportasi. Komoditas penyumbang utama antara lain sawi hijau, bawang merah, dan daging ayam ras.

Ia juga menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat November berada di angka -0,16 persen, yang mengindikasikan kondisi harga secara umum masih relatif terkendali.

Baca Juga :  Bank Indonesia NTT Sesuaikan Jam Operasional Jelang Natal dan Tahun Baru 2025

Stok Pangan Aman, Bulog Siap Salurkan Bantuan

Dari sisi ketersediaan pangan, Perum Bulog Wilayah NTT memastikan stok bahan pangan strategis dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras mencapai 18 ribu ton, ditambah 355 ton beras premium, 566 ton gula, dan 789 ribu liter minyak goreng. Untuk memperkuat pasokan, Bulog juga sedang mendistribusikan tambahan 15 ribu ton beras dari NTB dan Jawa Timur.

Baca Juga :  NTT Jadi Lokasi Strategis Latihan Cassowary Exercise 2025, Gubernur Melki Dukung Kerja Sama Pemetaan Laut

Pada bulan Desember ini, bantuan pangan akan disalurkan kepada 653.746 penerima, masing-masing memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Meski masih terdapat kendala distribusi akibat kelangkaan BBM di wilayah Flores, Bulog memastikan penyaluran tetap berjalan secara bertahap.

Transformasi Ekonomi Jadi Fokus 2026

Menutup pertemuan, Gubernur Melki menegaskan bahwa setelah fondasi stabilitas ekonomi diletakkan pada 2025, maka tahun 2026 akan menjadi tahun penguatan kapasitas produksi di berbagai sektor unggulan, seperti pertanian, peternakan, kelautan, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Bank NTT Dan BNN Sepakat Perangi Narkoba Bersama

“NTT harus bertransformasi dari ekonomi konsumsi menuju ekonomi produksi. Kita dorong program One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product agar nilai tambah ekonomi dinikmati langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

  • Bagikan