“ Kita kirim orang untuk sekolah harus melihat kinerja dan kepentingan bank kedepannya. Bukan kita kirim orang hanya untuk kita punya kepentingan. Banyak pejabat senior yang memiliki kemampuan itu kenapa tidak dikirim. Malah kirim orang yang bermasalah seperti Ana Bere Tarak yang jadi temuan OJK. Ini kan lucu,” pungkasnya.
Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, yang dimintai tanggapan terkait hal ini, ketika dihubungi melalui pesan singkat ke nomor hand phonenya, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan.
Berdasarkan data yang ada pada redaksi, 11 pejabat Bank NTT yang dikirim mengikuti Sespim antaranya, Bonefasius Ola Masan (Pincab KCU Kupang), Hilarius Minggu (Kadiv ManejemenResiko), Steven Mesak (Kediv Kepatuhan), Tri Alberta Lapia (Pincab Lewoleba), Ana Bere Tarak (Wakil Pincab Khusus), Alo Geong (Pincab Mbai), Beni Pelu (Pincab Soe), Thom Lado (Pincab Anakalang), Marbun (Kasubdiv Bagian Umum) dan Umbu Praing (Pincab Betun).
Sedangkan beberpa pejabat senior yang memiliki kinerja baik bahkan tidak memiliki catatan minor dalam kepemimpinan seperti Bastian Pelo (Kadiv SDM), Alex Riwu Kaho (Kadiv Tresuri), Isak Eduard (Kadiv Kualitas Layanan), Lazarus Orapau (Kadiv Umum), dan Kris Adu (Kadiv Kepatuhan), Junus Tuan (Kredit) dan Antonetha Sikoe-Adu (Kadiv Dana Jasa), tidak masuk dalam daftar nama pejabat yang dikirim. (Fatur)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











