ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Marthen Dira Tome dan Mimpi Menjadikan NTT Koridor Industri Garam Nasional

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Garam 1
Marthen Dira Tome sementara memanen garam di Kabupaten Sabu Raijua, NTT (Istimewa )

“Sejarah pembangunan selalu lahir dari keberanian melawan keraguan. Saat itulah saya semakin yakin bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan wilayah yang miskin. Yang ada hanyalah potensi yang belum dikelola secara benar,” tegasnya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa masa depan NTT tidak boleh terus dibangun di atas narasi kekurangan. Sebaliknya, pembangunan harus bertumpu pada kekuatan lokal yang dimiliki daerah, mulai dari sinar matahari yang melimpah, garis pantai yang panjang, hingga masyarakat yang tangguh.

Marthen meyakini industri garam merupakan salah satu sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung program swasembada garam nasional yang tengah didorong pemerintah pusat.

Baca Juga :  Jamaah Haji Asal Belu Meninggal Di Arab Saudi

Ia bahkan membayangkan wilayah-wilayah pesisir di NTT seperti Sabu Raijua, Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Malaka, hingga Flores Timur berkembang menjadi koridor industri garam nasional yang tidak hanya menghasilkan garam konsumsi, tetapi juga garam industri bernilai tinggi.

“Dalam perspektif itu, NTT tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku utama. Potensi matahari, laut, dan bentang pesisir yang dimiliki daerah ini merupakan modal yang sangat berharga untuk mendukung cita-cita besar Indonesia menuju swasembada garam,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemandirian Sabu Ditangan Dira Tome

Bagi Marthen, pembangunan industri garam tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi harus menjadi fokus utama agar nilai tambah ekonomi tetap berada di daerah melalui pengembangan industri pengemasan, industri kimia, industri farmasi, serta berbagai produk turunan lainnya.

“Matahari yang selama ini dianggap membakar sesungguhnya dapat menjadi sumber kemakmuran. Laut yang selama ini dipandang biasa dapat menjadi ladang kesejahteraan. Dari butiran-butiran garam itulah saya percaya martabat dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat dibangun dengan kokoh,” pungkas Marthen Dira Tome

  • Bagikan