Yosef Lede juga menyambut baik kerjasama dengan PT. Bisi Internasional dan WVI untuk menggunakan bibit unggul Sri Dewi, dan dengan didukung semangat kelompok tani untuk menanam di MT II, serta penggenjotan buka lahan baru dari Pemerintah, ketahanan pangan di Kabupaten Kupang pasti akan tercapai.
“Jangan takut tanam. Saya cuman bilang begitu. Tanam juga holtikultura disamping tanaman induk sehingga hasil produksi semakin banyak. Bibit Sri Dewi yang bagus ini juga kita harus budidayakan sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegas Yosef Lede.
Direktur PT. Bisi Internasional Area NTT, Lutfy Angga Try mengatakan, benih pada Sry Dewi ini adalah jenis padi yang diyakini akan meningkatkan produktifitas petani, dan pihak PT.Bisi Internasional dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang dan WVI, akan mendampingi petani yang memanfaatkan bibit Sry Dewi, mulai dari proses menanam hingga panen.
Lutfy menambahkan, PT. Bisi Internasional juga menyediakan berbagai pestisida, yang bisa dimanfaatkan petani di Kabupaten Kupang untuk meningkatkan produktifitas mereka.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Tome Dacosta, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur, Lurah Babau, Staf Khusus Bupati Kupang, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur, perwakilan WVI, dan para anggota kelompok tani family Lifubatu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











