“80 persen masyarakat Kabupaten Kupang adalah petani. Kalau petani mati tidak bergerak, ekonomi akan sulit. Kabupaten Kupang itu penyuplai hasil tani untuk Kota Kupang. Jadi kalau kerja malas-malasan maka akan ada kenaikan harga luar biasa. Mari kita berkolaborasi, bekerja sama bangun pertanian di Kabupaten Kupang dalam mendukung swasembada pangan,”ajak Yosef Lede.
Senada Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Joaz Umbu Wanda mengatakan bahwa sektor pertanian sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia mengajak kerja kolaborasi, meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteraaƱ petani, guna mencapai swasembada pangan.
Dan perwakilan Bank Indonesia Yos Boli Sura menyampaikan mengingat isu di NTT pada tenaga kerja salah satunya adalah produktivitas maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tersebut melalui dua cara faktor produksi yaitu implementasi digital/ smart farming terutama di sektor hulu dan peningkatan kompetensi petani melalui bootcamp dan atau pendampingan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Dandim 1604/Kupang, Kolonel Inf. Kadek Abriawan, Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Mata Air, Ketua bersama anggota poktan Sehati
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











