ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gempa M 7,7 Flores, 55 Orang Meninggal dan 110 Luka-luka, Ribuan Warga Mengungsi

Avatar photo
Editor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
jum
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko saat ini telah dibangun 38 camp untuk menampung pengungsi ( Anton )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menimbulkan dampak luas di tujuh kabupaten. Wilayah terdampak meliputi Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Manggarai Barat, dan Sikka.

Hingga hari kedua pascagempa, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 55 orang, sementara 110 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas lainnya di sejumlah wilayah terdampak.

Polda NTT mencatat jumlah warga yang mengungsi dari tujuh kabupaten terdampak mencapai 7.670 orang. Ribuan warga tersebut kini ditampung di puluhan lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah dan aparat gabungan.

Baca Juga :  Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Daerah Jenguk Istri Anggota Brimob yang Sakit

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, para pengungsi saat ini tersebar di 38 camp atau tenda pengungsian. Sebagian warga lainnya memilih mendirikan tenda secara mandiri maupun menumpang di rumah keluarga.

“Data Polda NTT saat ini jumlah warga mengungsi 7.670 orang, masih dinamis. Itu dari tujuh kabupaten terdampak. Jumlah camp yang dibangun 38 camp,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Minggu (16/8/2026) malam.

Baca Juga :  Basarnas Gelar Siaga Khusus Lebaran 2025 untuk Jamin Keselamatan Pemudik

Rudi mengatakan, Polri terus mempercepat penanganan bencana dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI, dan instansi terkait. Ia juga turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan.

  • Bagikan