ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

UPDATE! Korban Gempa Flores Capai 40 Orang, BNPB Percepat Pencarian dan Evakuasi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
fora
Jasad korban gempa Flores dievakuai ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  —  Pemerintah segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana dan mempercepat evakuasi warga yang masih terjebak di sejumlah bangunan yang runtuh akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, pengaktifan posko dan penyelamatan korban menjadi keputusan dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

“Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana, jadi semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulangan bencana ini akan diaktifkan,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang dikirim Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca Juga :  Malu Beli Kondom, Sejoli Ini Pakai Kantong Kresek Buat Hubungan Seks

Menurut Suharyanto, langkah berikutnya adalah melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang masih membutuhkan bantuan. Sejumlah warga dilaporkan terjebak di bangunan yang mengalami keruntuhan akibat guncangan gempa.

“Ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan, ada yang terjebak di beberapa bangunan, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana,” kata dia.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Selamatkan 9 Awak KLM Helewa yang Alami Kerusakan Mesin di Laut Sawu

Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, dan Polri akan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Penyelamatan korban menjadi prioritas agar warga yang masih terjebak dapat segera ditemukan dan mendapatkan pertolongan.

Setelah proses pencarian dan penyelamatan dilakukan, pemerintah akan berfokus pada pemulihan jalur transportasi dan komunikasi yang terdampak gempa. Akses yang terbuka diperlukan untuk memperlancar mobilisasi tim penyelamat serta distribusi bantuan bagi masyarakat.

  • Bagikan