ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kota Kupang Menjadi Simbol Toleransi di Hari Waisak

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Pesan damai dari vihara Kota Kupang.

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Umat Buddha di Kota Kupang memperingati Hari Waisak dengan penuh khidmat melalui doa bersama dan ritual keagamaan di vihara.

Momen Hari Waisak menjadi ajang refleksi atas ajaran Sang Buddha serta menjadi simbol perdamaian dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :  Gelar Wisuda Purna Bhakti, Kapolda: Ini Wujud Penghormatan dan Apresiasi Tertinggi bagi Pengabdian Tanpa Batas

Waisak merupakan salah satu perayaan penting bagi penganut agama Buddha, yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafat atau Parinirvana.

Umat Buddha Kota Kupang melaksanakan rangkaian kegiatan selama sebulan penuh dalam menyambut Waisak ke-2569 Buddhist Era (BE) tahun 2025.

Hari Waisak dikenal sebagai Wisata Sananda dan dilaksanakan sesuai dengan arahan dari surat edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha.

  • Bagikan