BIMA, fokusnusatenggara.com — Sebanyak 183 warga dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) dievakuasi ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima pasca-insiden kerusuhan yang terjadi di Pasar Tente pada Rabu 15 Januari 2025 malam kemarin.
Mereka diungsikan karena salah satu warga asal Sumba,NTT ALD (26) yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual yang memicu kericuhan di Pasar Tente, Kecamatan Woha, NTB.
Sejumlah kendaraan roda dua dan kios milik warga Sumba yang berdomisili di sekitar Pasar Tente turut menjadi sasaran masa yang diketahui berasal dari keluarga dan warga kampung korban akibat ALD kabur usai beraksi.
Amukan warga tersebut berhasil diredam usai pihak kepolisian dengan dukungan aparat TNI datang ke lokasi. Untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan, warga Sumba dengan jumlah sekitar 183 orang dievakuasi ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bima.
“Mereka dievakuasi setelah sebelumnya diungsikan di Polsek Woha akibat kerusuhan yang terjadi di Pasar Raya Tente,” kata Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima Suryadin dalam keterangan tertulisnya, Antara, Kamis, 16 Januari.
Ia mengatakan kerusuhan tersebut diduga buntut dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang warga Sumba kepada pengunjung pasar.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bersama dengan Muspika Kecamatan Woha dan aparat keamanan bahu-membahu melakukan penanganan terpadu pasca-insiden itu,” ujarnya.
“Penanganan secara terpadu dilakukan untuk memastikan keselamatan, memberikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya dan memastikan kehidupan warga dapat kembali berangsur normal sebagaimana biasanya,” sambung Suryadin.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemulihan, lanjutnya, warga yang terdampak konflik sosial ini juga telah diungsikan sementara dan dibangun tenda halaman kantor Dinsos Kabupaten Bima.
“Dinas Sosial juga melakukan koordinasi pembuatan dapur umum lapangan,” katanya.
Lebih lanjut ia memaparkan dukungan lain yakni Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan kesehatan yang optimal bagi warga yang terdampak melalui pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.
Selain itu upaya untuk mendukung pemulihan kondisi psikososial masyarakat yang terdampak juga terus dilakukan. Tim tanggap darurat bencana BPBD menyiapkan air bersih, logistik tanggap bencana dan pemulihan trauma.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











